Minggu, 06 Oktober 2013

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Sekarang ini semua orang membutuhkan listrik untuk penerangan di malam hari apabila tidak ada penerangan maka semuanya akan gelap gulita dan tidak bisa beraktifitas di malam hari. Namun kenyataannya sekarang ini, PLN kewalahan dalam menangani pasokan listrik di seluruh Indonesia karena jumlahnya terbatas akan tetapi penggunanya tidak terbatas. Akhirnya sekarang ini banyak memanfaatkan energy surya sebagai bahan dasar untuk menyalakan listrik di rumah mereka.
Sel-sel  surya awal biayanya sampai 286 USD/Watt dan mencapai efisiensi dari 4,5-6%.Sejak itu penelitian untuk meningkatkan efisiensi konversi energi foton menjadi energi listrik semakin intensif dilakukan. Kemudian pada tahun 1980 sel surya pertama diciptakan oleh Charles Fritts. Pada tahun 1931 seorang insinyur Jerman, Dr. Bruno Lange, mengembangkan sel fotovoltaik menggunakan selenida perak di tempat oksida tembaga. Meskipun sel prototipe selenium mengkonversi kurang dari 1% dari cahaya menjadi listrik, Ernst Werner Von Siemens dan James Clerk Maaxwell mengakui penemuan ini sangatlah penting.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah pembangkit listrik yang mengubah dari energi surya menjadi energi  listrik. PLTS merupakan jenis pembangkit listrik alternatif yang dapat mengkonveksi energi cahaya menjadi energi listrik, dan merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dimanfaatkan melalui dua macam teknologi. Secara umun, ada dua cara PLTS untuk dapat menghasilkan energi listrik, yaitu:
  1. PLTS Termal (Solar Thermal Power Plant)
Pada pembangkit ini, energi cahaya matahari akan digunakan untuk memanaskan suatu fluida yang kemudian fluida tersebut akan memanaskan air. air yang panas akan menghasilkan uap yang digunakan untuk memutar turbin sehingga dapat menghasilkan energi listrik.
  1. PLTS Fotovoltaik (Solar Photovoltaic Plants)
Pembangkit fotovoltaik ini sangatlah sederhana. Beberapa panel surya dipasang sehingga membentuk susunan. Masing-masing panel akan mengumpulkan energi cahaya dan mengkonversikannya secara langsung menjadi energi listrik. Energi listrik ini dapat dialirkan ke jaringan listrik.
Komponen-komponen PLTS adalah:
  1. solar panel atau panel surya: alat untuk mengkonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Sebuah sel surya dapat menghasilkan tegangan kurang lebih 0,5 volt. Jadi sebuah panel surya atau solar cell 12 volt terdiri dari kurang lebih 36 cell.
2.       Charge Controller : alat untuk mengatur arus dan tegangan yang akan masuk ke baterai. Tegangan dan arus yang masuk ke baterai harus sesuai dengan yang diinginkan. Bila lebih besar atau lebih kecil dari range yang ditentukan, maka baterai atau peralatan yang lain akan mengalami kerusakan. Selin itu, charge controller juga berfungsi sebagai penjaga agar daya keluaran yang dihasilkan tetap optimal. Sehingga dapat tercapai maksimum power point tracking (MPPT).
3.       Inverter : alat elektronika daya yang dapat mengkonversi tegangan searah (DC – Direct Current) menjadi tegangan bolak balik (AC -  Alternating Current).
4.       Baterai: adalah perangkat kimia uuntuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari.
Keunggulan dari pembangkit listrik tenaga surya adalah:
- energi surya merupakan sumber dari energi matahari seperti yang kita ketahui bahwa energi matahari tidak akan habis seperti bahan bakar fosil lainnya.
- energi surya merupakan sumber energy yang ramah lingkungan karena tidak memancarkan emisi karbon berbahaya yang berkontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada bahan bakara fosil.
- setiap watt energy yang dikeluarkan dari matahari berarti kita telah  mengurangi pembakaran bahan fosil dan perubahan iklim.
- energi surya adalah salah satu pilihan terbaik untuk daerah-daerah terpencil, apabila jaringan listrik dan pemasokannya tidak praktis.
- rata-rata sistem rumah surya mampu mengurangi  18 ton emisi gas rumah kaca di lingkungan setiap tahunnya.
- dalam jangka panjang, energi surya akan menghemat uang anda dalam pengeluaran energi walaupun awalnya sedikit mahal namun dampak jangka panjangnya menguntungkan.
                Setelah kita membaca artikel diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada salahnya kita menggunakan energi matahari untuk mengahsilakan listrik yang dapat menerangi rumah kita. Walaupun pada awalnya biaya yang dikeluarkan harus banyak namun dalam jangka panjang dapat menghemat pengeluaran.
Sumber:
sumber gambar:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEwgdxQIniuPyUn8JeT4KXlzZkMsy3_3hbmZBCTKq7BhtTSwzI9EX64_gO9DVQxc4R6gq5FMEm6p9GiZVhMFJcuAsyKhm3SPz8cGAMR5Ka8PZQzYnZwFJTYyn0UMPns-VJ8h8uM3PUJ6k_/s1600/panel+surya+energi+matahari.jpg