Sekarang ini semua orang
membutuhkan listrik untuk penerangan di malam hari apabila tidak ada penerangan
maka semuanya akan gelap gulita dan tidak bisa beraktifitas di malam hari.
Namun kenyataannya sekarang ini, PLN kewalahan dalam menangani pasokan listrik
di seluruh Indonesia karena jumlahnya terbatas akan tetapi penggunanya tidak
terbatas. Akhirnya sekarang ini banyak memanfaatkan energy surya sebagai bahan
dasar untuk menyalakan listrik di rumah mereka.
Sel-sel surya awal biayanya sampai 286 USD/Watt dan
mencapai efisiensi dari 4,5-6%.Sejak itu penelitian untuk meningkatkan
efisiensi konversi energi foton menjadi energi listrik semakin intensif
dilakukan. Kemudian pada tahun 1980 sel surya pertama diciptakan oleh Charles
Fritts. Pada tahun 1931 seorang insinyur Jerman, Dr. Bruno Lange, mengembangkan
sel fotovoltaik menggunakan selenida perak di tempat oksida tembaga. Meskipun
sel prototipe selenium mengkonversi kurang dari 1% dari cahaya menjadi listrik,
Ernst Werner Von Siemens dan James Clerk Maaxwell mengakui penemuan ini
sangatlah penting.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
adalah pembangkit listrik yang mengubah dari energi surya menjadi energi listrik. PLTS merupakan jenis pembangkit listrik
alternatif yang dapat mengkonveksi energi cahaya menjadi energi listrik, dan merupakan salah satu sumber energi
terbarukan yang dimanfaatkan melalui dua macam teknologi. Secara umun,
ada dua cara PLTS untuk dapat menghasilkan energi listrik, yaitu:
- PLTS
Termal (Solar Thermal Power Plant)
Pada pembangkit ini, energi cahaya matahari akan digunakan
untuk memanaskan suatu fluida yang kemudian fluida tersebut akan memanaskan
air. air yang panas akan menghasilkan uap yang digunakan untuk memutar turbin
sehingga dapat menghasilkan energi listrik.
- PLTS Fotovoltaik (Solar
Photovoltaic Plants)
Pembangkit fotovoltaik ini sangatlah sederhana. Beberapa
panel surya dipasang sehingga membentuk susunan. Masing-masing panel akan
mengumpulkan energi cahaya dan mengkonversikannya secara langsung menjadi
energi listrik. Energi listrik ini dapat dialirkan ke jaringan listrik.
Komponen-komponen PLTS adalah:
- solar
panel atau panel surya: alat untuk mengkonversi
energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Sebuah sel surya dapat
menghasilkan tegangan kurang lebih 0,5 volt. Jadi sebuah panel surya atau
solar cell 12 volt terdiri dari kurang lebih 36 cell.
2. Charge
Controller : alat untuk mengatur arus dan tegangan yang akan masuk ke
baterai. Tegangan dan arus yang masuk ke baterai harus sesuai dengan yang
diinginkan. Bila lebih besar atau lebih kecil dari range yang ditentukan, maka
baterai atau peralatan yang lain akan mengalami kerusakan. Selin itu, charge
controller juga berfungsi sebagai penjaga agar daya keluaran yang dihasilkan
tetap optimal. Sehingga dapat tercapai maksimum power point tracking (MPPT).
3. Inverter
: alat elektronika daya yang dapat mengkonversi tegangan searah (DC – Direct
Current) menjadi tegangan bolak balik (AC -
Alternating Current).
4. Baterai:
adalah perangkat kimia uuntuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa
baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari.
Keunggulan dari pembangkit listrik tenaga surya adalah:
- energi surya merupakan sumber dari energi matahari seperti
yang kita ketahui bahwa energi matahari tidak akan habis seperti bahan bakar
fosil lainnya.
- energi surya merupakan sumber energy yang ramah lingkungan
karena tidak memancarkan emisi karbon berbahaya yang berkontribusi terhadap
perubahan iklim seperti pada bahan bakara fosil.
- setiap watt energy yang dikeluarkan dari matahari berarti
kita telah mengurangi pembakaran bahan
fosil dan perubahan iklim.
- energi surya adalah salah satu pilihan terbaik untuk
daerah-daerah terpencil, apabila jaringan listrik dan pemasokannya tidak
praktis.
- rata-rata sistem rumah surya mampu mengurangi 18 ton emisi gas rumah kaca di lingkungan
setiap tahunnya.
- dalam jangka panjang, energi surya akan menghemat uang
anda dalam pengeluaran energi walaupun awalnya sedikit mahal namun dampak
jangka panjangnya menguntungkan.
Setelah
kita membaca artikel diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada salahnya
kita menggunakan energi matahari untuk mengahsilakan listrik yang dapat
menerangi rumah kita. Walaupun pada awalnya biaya yang dikeluarkan harus banyak
namun dalam jangka panjang dapat menghemat pengeluaran.
Sumber:
sumber gambar:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEwgdxQIniuPyUn8JeT4KXlzZkMsy3_3hbmZBCTKq7BhtTSwzI9EX64_gO9DVQxc4R6gq5FMEm6p9GiZVhMFJcuAsyKhm3SPz8cGAMR5Ka8PZQzYnZwFJTYyn0UMPns-VJ8h8uM3PUJ6k_/s1600/panel+surya+energi+matahari.jpg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar