Sabtu, 22 Desember 2012

Ditemukannya Bakteri Penyebab Obesitas



  Mungkin sekarang ini, kata-kata obesitas sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Sekarang kata-kata obesitas sudah tak awam dan janggal lagi ditelinga kita. Obesitas adalah kegemukan/ kelebihan berat badan akibat menimbun lemak yang berlebihan. Sekarang ini banyak sekali penderita obesitas dan belum diketahui apa bakteri yang ada didalamnya.
  Sekarang ini telah diketahui bakteri apa yang ada dalam penderita obesitas. Ternyata bakteri tersebut bernama ENTEROBACTER yang ditemukan oleh Prof. Zhao Liping dan timnya di China. Bakteri ini berada didalam usus salah satu pasiennya yang menderita obesitas. Setelah sang pasien melakukan diet sehat, bakteri ini tidak muncul lagi dalam ususnya. Bakteri obesitas terdapat didalam usus kita, kalau tidak diperiksa kita tidak akan mengetahuinya.
  Obesitas disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat, kurangnya beraktifitas, faktor keturunan, faktor lingkungan, faktor perkembangan dan obat-obatan. Gejala obesitas diantaranya adalah: sering mengantuk, gangguan pernapasan dan sesak napas, nyeri pada punggung bawah, dan kelainan pada kulit.
  Namun untuk mengetahui apakah kita menderita penyakit obesitas atau tidak, kita bisa menggunakan cara dengan mengukur lingkar pinggang kita sendiri. Apabila lingkar pinggang kita lebih dari 80 cm itu sudah termasuk kedalam penderita obesitas.
  Akan tetapi jangan takut, karena banyak cara untuk mengobati obesitas dan menurunkan berat badan secara sehat. Bukan dengan diet yang ketat namun dengan diet yang sehat, perbanyak aktifitas, perbanyak olahraga, dan pembatasan asupan kalori. Dalam penurunan berat badan butuh jangka waktu yang panjang tidak bisa instan, apabila penurunan berat badan secara instan akan menyebabkan penyakit baru pada tubuh kita.
  Dan ternyata obesitas dapat menular kepada siapa saja apabila seseorang yang sehat mengikuti pola hidup penderita obesitas. Dan ini telah dibuktikan pada percobaan tikus yang pernah dipublikasikan oleh JURNAL NATURE. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam menjaga pola makan kita, jangan sampai kita terkena penyakit obesitas.
Sumber-sumber:
sumber gambar:

Kamis, 13 Desember 2012

Sel Galvani


  Sel Galvani atau sering disebut juga dengan Sel Volta adalah Sel Elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari suatu energi redoks yang spontan. Reaksi redoks yang spontan dapat mengakibatkan terjadinya energi listrik, ini ditemukan oleh LUIGI GALVANI dan ALESSANDRO GUISEPPE VOLTA.
  Dalam sel, oksidasi terjadi di salahsatu elektroda dan reduksi berlangsung di elektroda lainnya. Elektron akan berimigrasi dari satu elektroda ke elektroda lainnya.
  Rangkaian Sel Galvani sebagai berikut:


1. Volmeter: untuk menentukan besarnya potensial sel.
2. Jembatan Garam( Salt bridge): untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan.
3. Anode: tempat terjadinya reaksi oksidasi.
4. Katode: tempat terjadinya reaksi reduksi.






Lebih Sehat dengan Belimbing Wuluh



Belimbing Wuluh adalah buah yang memiliki banyak khasiat dan tidak banyak orang yang tahu akan hal ini. Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) atau disebut juga belimbing sayur, belimbing asam, atau belimbing buluh merupakan tanaman yang mempunyai buah rasa asam dan kecut apabila kita memakannya. Biasanya oleh ibu2 rumah tangga dijadikan bahan untuk menambah rasa asam pada makanan atau menghilangkan bau amis yang ada pada ikan.
Ternyata dibalik rasanya yang asam, belimbing wuluh mempunyai banyak khasiat yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita.
Beberapa khasiat yang dimiliki belimbing wuluh untuk mengobati berbagai  penyakit, diantaranya:
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, buah.
KEGUNAAN:                                                                  
Bunga: batuk, sariawan (stomatitis)
Daun: perut sakit, gondongan (parotitis), rematik
Buah: batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigi berlubang, jerawat, panu, tekanan darah tinggi, kelumpuhan, memperbaiki fungsi pencernaan, radang rektum
PEMAKAIAN:  
Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu.
CARA PEMAKAIAN:
1. Pagel linu:
    1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkeh,
    15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya.
    Lumurkan ketempat yang sakit.
2. Gondongan:
   10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang
   merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat
   yang sakit.
3. Batuk pada anak.
   Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula
   secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah
   dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum,
   pagi dan malam sewaktu perut kosong.
4. Batuk:
   25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari
   kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4
   genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun
   inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong
   seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4
   gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya.
   Sehari 3 kali 3/4 gelas.
5. Batuk rejan:
    a. 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus,
       diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum,
       lakukan 2 kali sehari.
    b. Buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.
6. Rematik :
    a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji
       merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya
       sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi
       ketempat yang sakit.
    b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca
       L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk
       halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan
       1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok
       dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.
7. Sariawan:
    a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan
       1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring,
       dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.

    b. 2/3 genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan
       3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin
       disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas.
    c. 3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang
       muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari
       pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok
       makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk
       mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.
8. Jerawat:
    a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus,
       diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka
       yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
    b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang,
       digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis.
       Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang
       berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.
9. Panu:
   10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur
   sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai
   untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.
10. Darah tinggi.
    Anda bisa mengonsumsi air perasan dari belimbing wuluh yang ditumbuk. Minum ramuan tersebut sebanyak 2-3 kali sehari. 
Dan untuk yang mempunyai penyakit maag, sebaiknya tidak mengkonsumsi  belimbing wuluh.
Semoga saja ini bermanfaat untuk pengobatan tradisional yang lebih murah harganya dibandingkan dengan obat dokter. Sekian dan terima kasih (Roudhotul Jannah KP )
Sumber: