Belimbing Wuluh adalah buah yang
memiliki banyak khasiat dan tidak banyak orang yang tahu akan hal ini.
Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) atau disebut juga belimbing sayur, belimbing
asam, atau belimbing buluh merupakan tanaman yang mempunyai buah rasa asam dan
kecut apabila kita memakannya. Biasanya oleh ibu2 rumah tangga dijadikan bahan
untuk menambah rasa asam pada makanan atau menghilangkan bau amis yang ada pada
ikan.
Ternyata dibalik rasanya yang
asam, belimbing wuluh mempunyai banyak khasiat yang bermanfaat untuk
menyembuhkan penyakit yang kita derita.
Beberapa khasiat yang dimiliki
belimbing wuluh untuk mengobati berbagai
penyakit, diantaranya:
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga,
buah.
KEGUNAAN:
Bunga: batuk, sariawan (stomatitis)
Daun: perut sakit, gondongan
(parotitis), rematik
Buah: batuk rejan, gusi berdarah,
sariawan, sakit gigi berlubang, jerawat, panu, tekanan darah tinggi,
kelumpuhan, memperbaiki fungsi pencernaan, radang rektum
PEMAKAIAN:
Pamakaian luar: Daun secukupnya
setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal
tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu.
CARA PEMAKAIAN:
1. Pagel linu:
1 genggam daun belimbing wuluh yang masih
muda, 10 biji cengkeh,
15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan
cuka secukupnya.
Lumurkan ketempat yang sakit.
2. Gondongan:
10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang
merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat
yang sakit.
3. Batuk pada anak.
Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula
secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah
dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum,
pagi dan malam sewaktu perut kosong.
4. Batuk:
25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari
kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4
genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun
inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong
seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4
gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya.
Sehari 3 kali 3/4 gelas.
5. Batuk rejan:
a. 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu
ditumbuk halus-halus,
diremas dengan 2 sendok makan air garam,
lalu disaring. Minum,
lakukan 2 kali sehari.
b. Buah belimbing wuluh dibuat manisan,
sehari makan 3 x 6-8 buah.
6. Rematik :
a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10
biji cengkeh dan 15 biji
merica dicuci lalu digiling halus,
tambahkan cuka secukupnya
sampai menjadi adonan seperti bubur.
Oleskan adonan bubur tadi
ketempat yang sakit.
b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun
kantil (Michelia champaca
L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada
hitam, dicuci lalu ditumbuk
halus, diremas dengan 2 sendok makan air
jeruk nipis dan
1 sendok makan minyak kayu putih.
Dipakai untuk menggosok
dan mengurut bagian tubuh yang sakit.
Lakukan 2-3 kali sehari.
7. Sariawan:
a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula
jawa secukupnya dan
1 cangkir air direbus sampai kental.
Setelah dingin disaring,
dipakai untuk membersihkan mulut dan
mengoles sariawan.
b. 2/3 genggam bunga belimbing wuluh,
dicuci lalu direbus dengan
3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4
gelas. Setelah dingin
disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4
gelas.
c. 3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang
merah, 1 buah pala yang
muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4
sendok teh adas, 3/4 jari
pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus,
diremas dengan 3 sendok
makan minyak kelapa, diperas lalu
disaring. Dipakai untuk
mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7
kali sehari.
8. Jerawat:
a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci
lalu ditumbuk halus,
diremas dengan air garam seperlunya,
untuk menggosok muka
yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok
teh bubuk belerang,
digiling halus lalu diremas dengan 2
sendok makan air jeruk nipis.
Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan
melumas muka yang
berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.
9. Panu:
10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur
sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai
untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.
10. Darah tinggi.
Anda bisa
mengonsumsi air perasan dari belimbing wuluh yang ditumbuk. Minum ramuan
tersebut sebanyak 2-3 kali sehari.
Dan untuk yang mempunyai penyakit
maag, sebaiknya tidak mengkonsumsi
belimbing wuluh.
Semoga saja ini bermanfaat untuk
pengobatan tradisional yang lebih murah harganya dibandingkan dengan obat
dokter. Sekian dan terima kasih (Roudhotul Jannah KP )
Sumber: .jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar