Senin, 24 September 2012

Manfaat Coklat


   Coklat, dari namanya sudah dapat dibayangkan. Rasanya yang manis, bentuknya yang aneka rupa, menarik, dan diminati oleh segala usia dari anak-anak hingga orang tua.
   Coklat tidak hanya enak dimakan baik dalam bentuk permen, selai, biscuit, wafer, kue dan lain-lain. Tapi juga banyak mengandung manfaat baik bagi segi kesehatan maupun segi kecantikan.
   Kata coklat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Cortes kemudian membawanya ke spanyol dan oleh orang-orang spanyol minuman pahit itu ditambahkan gula agar rasanya lebih enak. Setelah itu coklat menyebar ke prancis, belanda, dan inggris.
   Coklat untuk kecantikan adalah yang lagi trend sekarang ini coklat bisa dilumerkan dan dipakai disekujur tubuh sebagai masker yang dipercaya akan melembabkan dan melembutkan kulit. Namun kalian harus waspada, tidak semua jenis coklat bisa dipakai sebagai masker. Karena banyak coklat yang tidak mengandung cocoa butter tetapi mengandung vegetable fat. Coklat yang mengandung vegetable fat itu berbahaya karena tidak akan memperoleh manfaat yang ada pada coklat.
   Manfaat coklat untuk kesehatan adalah:                                                                                                                              
1.       Coklat yang berasal dari buah cacao mengandung zat bio- aktif berupa antioksidan tinggi yang baik bagi tubuh. Bahkan 3x lebih banyak dari the hijau.
2.       Coklat dapat mengurangi kolesterol dalam darah.
3.       Coklat dapat mencegah resiko penyakit jantung koroner dan kanker.
4.       Coklat dapat mencegah penuaan dini yang bisa terjadi karena polusi ataupun radiasi.
5.       Coklat dapat membuat orang tenang dan perasaan gembira.
6.       Coklat sebagai sumber nutrisi dan vitamin yang penting untuk kesehatan tubuh.
7.       Penelitian terbaru menunjukkan bahwa coklat mungkin juga memiliki manfaat untuk mengobati penyakit stroke dan darah tinggi.
8.       Coklat ternyata dapat membuat umur seseorang menjadi lebih panjang (awet muda).   
   Komposisi yang terdapat dalam coklat adalah:
1.       Asam Stearat(35%) dan Asam Palmitat(25%)
2.       Asam Oleat(35%) dan Asam Linoleat(3%)
3.       Glukosa (sukrosa)
4.       Theobromine
5.       Polyphenol
6.       Phenyletylamine
7.       Katekin
   Sekarang janganlah takut untuk mengkonsumsi coklat. Karena banyak manfaat yang diberikan untuk tubuh kalian. Tapi kalian juga harus bijak dalam memilih coklat karena tidak semua coklat memberikan manfaat baik. Coklat yang mempunyai rasa pahit biasanya jauh lebih sehat disbanding coklat yang terlalu manis.

Sumber:

Minggu, 23 September 2012

Bahaya Kopi Untuk Kesehatan Kita

   kopi adalah minuman yang sangat akrab dalam kehidupan kita sehari-hari. Rasanya hidup tak bergairah dan tak bernyawa kalau belum minum kopi. Biasanya, kita meminum kopi pada pagi hari sebelum mulai beraktivitas, malah sampai ada yang meminum 3-5 gelas perhari. Namun dibalik itu semua ada bahaya yang ditimbulkan bagi tubuh kita. 
   Menurut analisis kedokteran, dalam kopi terdapat sejenis senyawa kimia xantin. Derivat senyawa ini meliputi kafein, teofilin, dan teobromin dalam coklat. Kafein ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat(otak), sistem pernapasan, serta sistem pembulu darah dan jantung. 
   Pada kerja jantung, kafein ini akan berpengaruh pada sistem saraf simpatik. sistem ini akan bekerja, dan jika kerjanya meningkat, maka akan membuat detak jantung meningkat. Jika orang tersebut memiliki plak pada jantung, maka kondisi ini bisa menimbulkan serangan jantung. kafein juga dapat menyebabkan ketergantungan apabila kita mengkonsumsi lebih dari 250mg atau seterata dengan 3 gelas kopi sekaligus. Selain itu kopi juga bisa meningkatkan aliran darah dalam ginjal sehingga urine bertambah.
   Kopi juga berbahaya bagi wanita apabila mengkonsumsi terlalu banyak. Contohnya mengurangi kesuburan wanita, apalagi dikomsumsi dengan alkohol. Bagi usia menopouse, bisa menyebabkan kekeroposan tulang (osteoporosis). kafein juga berbahaya bagi ibu hamil. 
   Bagi wanita, terlalu banyak mengkonsumsi kopi dapat memberikan pengaruh negatif langsung pada payudara. Contohnya benjolan di payudara, ukuran payudara cenderung mengecil, sakit di payudara, dan payudara menjadi padat. 
   Dalam penelitian lain juga disebutkan bahwa kopi bisa menyebabkan penyakit maag, tukak lambung, dan tukak usus halus, dikarenakan kopi meningkatkan asam pada lambung dalam jangka waktu yang lama. 

Selasa, 18 September 2012

Latihan Struktur Atom

Latihan struktur atom

 1. Konfigurasi elektron atom 

Umumnya energi orbital atom poli-elektron meningkat dengan urutan 1s < 2s < 2p < 3s < 3p < 4s < 3d < 4p < 5s < 4d < 5p. Tentukan konfigurasi elektron 26Fe, 40Zr, 52Te di keadaan dasarnya. Bila Anda tidak dapat menyelesaikan soal ini, kembali kerjakan soal ini setelah menyelesaikan Bab 5. 

2.6 Jawab: 

26Fe; (1s)2(2s)2(2p)6(3s)2(3p)6(3d)6(4s)2 

40Zr; (1s)2(2s)2(2p)6(3s)2(3p)6(3d)10(4s)2(4p)6(4d)2(5s)2 

52Te; (1s)2(2s)2(2p)6(3s)2(3p)6(3d)10(4s)2(4p)6(4d)10(5s)2(5p)4

Sumber:

Kelahiran Mekanika Kuantum

Kelahiran Mekanika Kuantum 

a. Sifat gelombang partikel
   Di paruh pertama abad 20, mulai diketahui bahwa gelombang elektromagnetik yang sebelumnya dianggap gelombang murni, berprilaku sebagai partikel (foton). Fisikawan Prancis Louis Victor De Broglie (1892-1987) mengasumsikan bahwa sebaliknya mungkin juga benar, yakni materi juga berperilaku seperti gelombang. Berawal dari persamaan Einstein, E=cp dengan p adalah momentum foton, c adalah kecepatan cahaya, dan E adalah energi, ia mendapatkan hubungan:
E = hν =ν = c/λ atau hc/ λ = E, maka h/ λ= p …

b. Prinsip ketidakpastian
   Fisikawan Jerman Werner Karl Heisenberg (1901-1976) menyatakan tidak mungkin menentukan secara akurat posisi dan momentum secara simultan partikel yang sangat kecil semacam elektron. Untuk mengamati partikel, seseorang harus meradiasi partikel dengan cahaya. Tumbukan antara partikel dengan foton akan mengubah posisi dan momentum partikel. 

c. Persamaan scrhödinger
   Fisikawan Austria Erwin Schrödinger (1887-1961) mengusulkan ide bahwa persamaan De Broglie dapat diterapkan tidak hanya untuk gerakan bebas partikel, tetapi juga pada gerakan yang terikat seperti elektron dalam atom. Dengan memperuas ide ini, ia merumuskan sistem mekanika gelombang. Pada saat yang sama Heisenberg mengembangkan sistem mekanika matriks. Kemudian hari kedua sistem ini disatukan dalam mekanika kuantum.

sumber:
   

Dasar-dasar Teori Kuantum Klasik

Dasar-dasar Teori Kuantum Klasik

a. Spektrum atom
   Spektrum atom adalah efek dari orbit terkuantisasi elektron di sekitar atom. Elektron dapat melompat atau berpindah dari orbit satu ke orbit yang lainnya.
   Fisikawan Swiss Johann Jakob Balmer (1825-1898) memisahkan cahaya yang diemisikan oleh hidrogen bertekanan rendah. Ia mengenali bahwa panjang gelombang (λ) deretan garis spektra tersebut dapat dengan akurat diungkapkan dalam persamaan sederhana (1885). Fisikawan Swedia Johannes Robert Rydberg (1854-1919) menemukan bahwa bilangan gelombang (σ) garis spektra dapat diungkapkan dengan persamaan berikut (1889).
             σ = 1/ λ = R{ (1/ni2 ) -(1/nj2 ) }cm-1
    Jumlah gelombang dalam satuan panjang (misalnya, per 1 cm)
 b. Teori Bohr 
   Elektron dalam atom diizinkan pada keadaan stationer tertentu. Setiap keadaan stationer berkaitan dengan energi (lintasan) tertentu bergerak dengan suatu momentum sudut yang merupakan kelipatan bilangan bulat h/2π, yakni mvr = n(h/2π), n = 1, 2, 3,....
   Elektron berada secara stasioner, yaitu selama Elektron beredar mengelilingi Inti Atom, Elektron tidak memancarkan dan menyerap Energi. Dan apabila atom hidrogen mendapat radiasi (energi), maka elektron akan tereksitasiEnergi Elektron berbanding terbalik dengan lintasan (kulit)  E = -RH  x ( 1/n2 )









Model Atom

Model Atom

a. Ukuran atom
   Bila orang mempelajari struktur atom, ukurannya harus dipertimbangkan. Telah diketahui bahwa sebagai pendekatan volume atom dapat diperkirakan dengan membagi volume 1 mol padatan dengan konstanta Avogadro.
   Thomson mengasumsikan bahwa atom dengan dimensi sebesar itu adalah bola seragam bermuatan positif dan elektron-elektron kecil yang bermuatan negatif tersebar di bola tersebut. Dalam kaitan ini model Thomson sering disebut dengan “model bolu kismis”, kismisnya seolah elektron dan bolunya adalah atom.
b. Penemuan inti atom 
   Setelah melakukan banyak kemajuan dengan mempelajari keradioaktifan, fisikawan Inggris Ernest Rutherford (1871-1937) menjadi tertarik pada struktur atom, asal radiasi radioaktif. Ia menembaki lempeng tipis logam (ketebalan 104 atoms) dengan berkas paralel partikel α (di kemudian hari ditemukan bahwa partikel α adalah inti atom He). Ia merencanakan menentukan sudut partikel yang terhambur dengan menghitung jumlah sintilasi di layar ZnS. Hasilnya sangat menarik. Sebagian besar partikel melalui lempeng tersebut. Beberapa partikel terpental balik. Untuk menjelaskan hal yang tak terduga ini, Rutherford mengusulkan adanya inti atom .

sumber:

Penemuan Elektron

Penemuan Elektron


   Menurut Dalton dan ilmuwan sebelumnya, atom tak terbagi, dan merupakan komponen mikroskopik utama materi. Jadi, tidak ada seorangpun ilmuwan sebelum abad 19 menganggap atom memiliki struktur, atau dengan kata lain, atom juga memiliki konponen yang lebih kecil. Keyakinan bahwa atom tak terbagi mulai goyah akibat perkembangan pengetahuan hubungan materi dan kelistrikan yang berkembang lebih lanjut. Anda dapat mempelajari perkembangan kronologis pemahaman hubungan antara materi dan listrik.

   Faraday memberikan kontribusi yang sangat penting, ia menemukan bahwa jumlah zat yang dihasilkan di elektroda-elektroda saat elektrolisis (perubahan kimia ketika arus listrik melewat larutan elektrolit) sebanding dengan jumlah arus listrik. Ia juga menemukan di tahun 1833 bahwa jumlah listrik yang diperlukan untuk menghasilkan 1 mol zat di elektroda adalah tetap (96,500 C). Hubungan ini dirangkumkan sebagai Hukum Elektrolisis Faraday.

sumber:
http://www.chem-is-try.org/kategori/materi_kimia/kimia_dasar/page/7/


Stoikiometri

Stoikiometri

a. Tahap awal stoikiometri
     Di awal kimia, aspek kuantitatif perubahan kimia yaitu stoikiometri reaksi kimia, tidak mendapat banyak perhatian. Bahkan saat perhatian telah diberikan, teknik dan alat percobaan tidak menghasilkan hasil yang benar. 
    Salah satu contoh melibatkan teori flogiston. Flogistonis mencoba menjelaskan fenomena pembakaran dengan istilah "Zat dapat terbakar". Berdasarkan teori ini mereka mendefinisikan pembakaran sebagai pelepasan flogiston dari zat terbakar. 

b. Massa atom relatif dan massa atom
   Dalton mengenali bahwa penting untuk menentukan massa setiap atom karena massanya bervariasi untuk setiap jenis atom. Atom sangat kecil sehingga tidak mungkin menentukan massa satu atom. Maka ia memfokuskan pada nilai relatif atom massa dan membuat tabel massa atom untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia. 
   Massa atom adalah nilai relatif, artinya suatu rasio tanpa dimensi. Walaupun beberapa massa atomnya berbeda dengan nilai modern, sebagian besar nilai-nilai yang diusulkannya dalam rentang kecocokan dengan nilai saat ini. 

c. Massa molekul dan massa rumus
   Massa rumus atau massa rumus kimia didefinisikan sebagai jumlah massa atom berdasarkan jenis dan jumlah atom yang terdefinisi dalam rumus kimianya. Rumus kimia molekul disebut rumus molekul, dan massa rumus kimianya disebut dengan massa molekul. 
d. Kuantitas materi dan mol
   Ada beberapa definisi "mol" :
i. Jumlah materi yang mengadung sejumlah partikel yang terkandung dalam 12 g 12
ii. Satu mol materi yang mengandung sejumlah konstanta Avogadro partikel. 
iii. Sejumlah materi yang mengandung 6,02 x 1023  partikel dalam satu atom. 
e. Satuan massa atom (sma)
   karena standar massa atom dalam sistem Dalton adalah massa hidrogen, satuan massa dalam SI tepat 1/12 massa 12C . Nilai ini disebut dengan satuan massa atom dan sama dengan dengan 1,6605402 x 10–27 kg
 dan D (Dalton) digunakan sebagai simbolnya. 

sumber:
http://www.chem-is-try.org/kategori/materi_kimia/kimia_dasar/page/7/
   

Senin, 17 September 2012

Komponen-Komponen Materi

 Komponen-komponen Materi 

a. Atom
    Materi didefinisikan sebagai kumpulan atom. Atom adalah komponen terkecil unsure yang tidak akan mengalami perubahan dalam reaksi Kimia. Semua atom terdiri atas komponen yang sama, sebuah inti dan electron. Diameter inti sekitar 10–15-10–14 m, yakni sekitar 1/10 000 besarnya atom. Lebih dari 99 % massa atom terkonsentrasi di inti. Inti terdiri atas proton dan neutron, dan jumlahnya menentukan sifat unsur.
   Massa proton sekitar 1,67 x 10–27 kg dan memiliki muatan positif, 1,60 x 10–19 C (Coulomb). Muatan ini adalah satuan muatan listrik terkecil dan disebut muatan listrik elementer. Inti memiliki muatan listrik positif yang jumlahnya bergantung pada jumlah proton yang dikandungnya. Massa neutron hampir sama dengan massa proton, tetapi neutron tidak memiliki muatan listrik. Elektron adalah partikel dengan satuan muatan negatif, dan suatu atom tertentu mengandung sejumlah elektron yang sama dengan jumlah proton yang ada di inti atomnya. Jadi atom secara listrik bermuatan netral.
   
   Sifat partikel penyusun atom
massa (kg)
Massa relatif
Muatan listrik (C)
proton
1,672623×10-27
1836
1,602189×10-19
neutron
1,674929×10-27
1839
0
elektron
9,109390×10-31
1
-1,602189×10-19

b. Molekul
   Komponen independen netral terkecil materi disebut molekul. Molekul monoatomik terdiri datu atom (misalnya, Ne). Molekul poliatomik terdiri lebih banyak atom (misalnya, CO2). Jenis ikatan antar atom dalam molekul poliatomik disebut ikatan kovalen. 

c.Ion
  Atom atau kelompok atom yang memiliki muatan listrik disebut ion. Kation adalah ion yang memiliki muatan positif, anion memiliki muatan negatif. Tarikan listrik akan timbul antara kation dan anion. Dalam kristal natrium khlorida (NaCl), ion natrium (Na+) dan ion khlorida (Cl¯) diikat dengan tarikan listrik. Jenis ikatan ini disebut ikatan Ion. 

sumber:


  











Lahirnya Kimia

Lahirnya Kimia 

   Sebenarnya oksigen ditemukan secara independen oleh dua kimiawan, kimiawan Inggris Joseph Priestley (1733-1804) dan kimiawan Swedia Carl Wilhelm Scheele (1742-1786), di penghujung abad ke-18. Jadi, hanya sekitar dua ratus tahun sebelum kimia modern lahir. Dengan demikian, kimia merupakan ilmu pengetahuan yang relatif muda bila dibandingkan dengan fisika dan matematika, keduanya telah berkembang beberapa ribu tahun.     
  Kimia modern dimulai oleh kimiawan Perancis Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794). Ia menemukan hukum kekekalan massa dalam reaksi kimia, dan mengungkap peran oksigen dalam pembakaran. Berdasarkan prinsip ini, kimia maju di arah yang benar.
   Jalan dari filosofi kuno tidak selalu mulus. Di Yunani kuno ada perselisihan yang tajam antara teori atom dan penolakan keberadaan atom. Sebenarnya, teori atom tetap tidak ortodoks. awal abad ke-19, kimiawan Inggris John Dalton (1766-1844) melahirkan ulang teori atom Yunani kuno. Bahkan setelah kelahirannya kembali ini, tidak semua ilmuwan menerima teori atom. Tidak sampai awal abad 20 teori ato, akhirnya dibuktikan sebagai fakta, bukan hanya hipotesis. Hal ini dicapai dengan percobaan yang terampil oleh kimiawan Perancis Jean Baptiste Perrin (1870-1942). Jadi, perlu waktu yang cukup panjang untuk menetapkan dasar kimia modern.

sumber: