Selasa, 18 September 2012

Dasar-dasar Teori Kuantum Klasik

Dasar-dasar Teori Kuantum Klasik

a. Spektrum atom
   Spektrum atom adalah efek dari orbit terkuantisasi elektron di sekitar atom. Elektron dapat melompat atau berpindah dari orbit satu ke orbit yang lainnya.
   Fisikawan Swiss Johann Jakob Balmer (1825-1898) memisahkan cahaya yang diemisikan oleh hidrogen bertekanan rendah. Ia mengenali bahwa panjang gelombang (λ) deretan garis spektra tersebut dapat dengan akurat diungkapkan dalam persamaan sederhana (1885). Fisikawan Swedia Johannes Robert Rydberg (1854-1919) menemukan bahwa bilangan gelombang (σ) garis spektra dapat diungkapkan dengan persamaan berikut (1889).
             σ = 1/ λ = R{ (1/ni2 ) -(1/nj2 ) }cm-1
    Jumlah gelombang dalam satuan panjang (misalnya, per 1 cm)
 b. Teori Bohr 
   Elektron dalam atom diizinkan pada keadaan stationer tertentu. Setiap keadaan stationer berkaitan dengan energi (lintasan) tertentu bergerak dengan suatu momentum sudut yang merupakan kelipatan bilangan bulat h/2π, yakni mvr = n(h/2π), n = 1, 2, 3,....
   Elektron berada secara stasioner, yaitu selama Elektron beredar mengelilingi Inti Atom, Elektron tidak memancarkan dan menyerap Energi. Dan apabila atom hidrogen mendapat radiasi (energi), maka elektron akan tereksitasiEnergi Elektron berbanding terbalik dengan lintasan (kulit)  E = -RH  x ( 1/n2 )









Tidak ada komentar:

Posting Komentar